Pages - Menu

Minggu, 12 November 2017

Selamat Hari Jadi Tuban Yang Ke 724

Selamat Hari Jadi Tuban Yang Ke 724
Oleh : Joyo Juwoto

Saya sebenarnya  sedang mandeg ide dalam menulis, maklumlah penulis pemula selalu kebingungan untuk mengeksekusi ide, bahkan kadang tak mempunyai ide sama sekali untuk ditulis. Menulis kali ini pun sekedar melepas beban dipikiran untuk menulis, seperti kata Pak Hernowo Hasyim menulis mengalir bebas tanpa beban, tanpa terbebani susunan kalimat atau kosakata apapun, bahkan mungkin tanpa bentuk.

Karena di media sosial sedang banyak ucapan hari jadi Tuban yang ke 724, yaitu setiap tanggal 12 Nopember, maka tulisan ini saya anggap sebagai ucapan selamat dan doa untuk hari jadi Tuban saja. Memang saya tidak memiliki kata-kata yang bagus untuk bumi Tuban tercinta, dan juga tidak ada puisi yang mendayu mengharu biru, semoga dengan ucapan doa dan harapan keberkahan untuk seluruh masyarakatnya, Tuban menjadi bumi yang diberkahi oleh Tuhan.

Tuban memang luar biasa dan istimewa, saya merasa bersyukur terlahir dari bumi Tuban ini. Tentu perasaan semacam ini dimiliki oleh siapapun yang terlahir dari bumi manapun, namun memang beginilah salah cara manusia bersyukur kepada Tuhan dengan mencintai tanah tumpah darahnya. Lha wong jasad kita ini tersusun dari sari pati tanah, air dan udaranya, tentu ikatan primordial yang positif ini harus tetap kita jaga. Tanpa harus terjebak pada nilai isbiyyah tentunya.

Tuban sebuah nama yang sudah cukup lama dikenal, tentu nama Tuban lebih tua dari Indonesia sendiri. Sebagai tempat yang lebih tua dari negaranya tentu Tuban harus ikut serta ngemong dan menggendong Indonesia. Filosofi ngemong dan gendong ini harus difahami bersama, tidak hanya oleh pejabat pemerintahan namun juga masyarakat luas tentunya. Seperti lagunya mbah Surip almarhum, “Tak Gendong ke mana-mana, tak gendong ke mana-mana, enak dong, mantep dong” Haha...saya selalu seneng jika mendengar lagunya mbah Surip ini. Bagus.

Memperingati hari jadi adalah sama halnya mengingat asal muasal, orang yang lupa asal muasalnya itu seperti kata pepatah kacang lupa akan kulitnya, dia kacang lupa setelah jadi pecel, lupa setelah jadi canghe, lupa setelah jadi kacang asin dan menjadi aneka ragam jenis kacang lainnya. Begitupula seseorang yang lupa asal muasalnya seperti orang yang lupa dengan jati dirinya, lali marang mula mula niro. Dalam khasanah kejawen orang yang lupa asal muasalnya dia akan lupa jalan pulang, jika lupa jalan pulang ia akan tersesat dan kelak jika meninggal dunia menjadi hantu gentanyangan.

Saya kayaknya terlalu nglantur dalam menulis, maklum memang hanya sekedar menulis tanpa bentuk, tanpa pola, hanya mengikuti jari jemari yang menghentak di tombol keyboard saja. Walau demikian tentu menulis harus berfikir juga sih, karena memang menulis itu menuangkan apa yang ada dipikiran, bukan memikirkan apa yang akan kita tulis. Kalau terus berfikir kapan nulisnya. Ayoklah pokok nulis.

Kembali tentang hari jadi Tuban, jika menilik angka 724 maka secara histori nama Tuban telah ada sejak jaman Majapahit. Namun nama Tuban sendiri juga memiliki legenda yang masyhur di tengah masyarakat. Ada yang mengatakan Tuban dari kata meTU BANyune, ada yang bilang Tuban dari kata waTU tiBAN, semuanya memiliki dasar foklore sendiri di tengah masyarakat. Semua kearifan lokal menyangkut nama itu tentunya perlu dimengerti dan dipahami, dan berdasarkan pengantar buku Dalang Kentrung Terakhir nama Tuban juga bisa diwedar menjadi “Tempat Utama Budaya Baca-Tulis Anak-anak Nusantara” demikian kata Mbah Soesilo Toer. Apakah Anda punya tafsir tersendiri untuk nama kota Tuban? dipersilakan.

7 komentar:

  1. Sing penting kata 'TUBAN' jangan diartikan TUkang BANtai ya, mbah. Hahahaha

    Yo wes, lah. Selamat hari jadi ke 724 kota Tuban. Semoga untuk kedepannya semakin bisa menggendong kemana-mana. 😁😁😁

    BalasHapus
  2. Yg jadi pertanyaan adalah siapa Bupati Pertama Tuban? Kalau lihat tanggal Hari Jadi ya Ronggolawe Bupati Pertama Tuban. Soalnya tgl hari jadi ini sesuai dg tgl pengangkatan Ronggolawe sbg adipati Tuban. Ada yg mengatakan Dandang Wacono. Tapi kalau Dandang Wacono dan itu sebelum Ronggolawe berarti pernah ada Bupati Tuban sebelum Kabupaten Tuban berdiri. Lak aneh :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niki mas yg perlu ditelusuri para ahli...hehe

      Hapus
  3. Nitip promo blog juga ya shob
    megantarafm.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap..megantara mantap jaya di udara:)

      Hapus